Aplikasi Propam Presisi Cara Polri Menjaga Profesionalitas dan Kepercayaan Masyarakat Menuju Polri yang Presisi

Ornament 4

Adakalanya masyarakat kecewa karena masih ada personel polisi yang melanggar hukum dan kode etik. Namun, masyarakat bisa membuat pengaduan melalui berbagai saluran dan cara, salah satunya menggunakan aplikasi Propam Presisi. Bagaimana caranya?

PolriPresisi2021

mockup header
Ornament 02
Ornament 03

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kepuasan masyarakat terhadap kinerja institusi pemerintah dan aparatur negara menjadi instrumen yang sangat penting. Kepuasan masyarakat ini menjadi parameter untuk mengukur kualitas layanan serta keberhasilan berbagai program dan kebijakan institusi.

Dalam banyak persepsi, kepuasan masyarakat juga menjadi barometer munculnya partisipasi masyarakat dalam mensukseskan program-program layanan yang dibuat untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.

Ornament 4
https://wpmet.com/plugin/elementskit/

Namun, partisipasi masyarakat akan muncul bila ia mendapatkan ruang gerak yang cukup dalam berusaha demi mencapai kesejahteraan, serta mendapatkan perlindungan keamanan dan penegakan hukum yang berkeadilan.

Di negara kita, institusi yang berperan dalam memelihara keamanan, ketertiban, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri adalah kepolisian (POLRI).

Ya, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia mengatakan yang demikian, seperti dalam pasal 5 ayat 1.

Nah, sebagai kepanjangan tangan negara dalam mewujudkan kondisi tersebut, maka kepuasan masyarakat terhadap layanan dan profesionalitas personel kepolisian dalam menjalankan tugasnya adalah dua aspek penting. 

Keduanya menjadi pondasi kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri secara keseluruhan. 

#PolriPresisi2021

Kepuasan Masyarakat Terharap POLRI

Salah satu cara melihat kepuasan masyarakat terhadap institusi kepolisian adalah dari survey.

Sebenenarnya, survey kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri telah banyak dilakukan oleh lembaga survey baik ekternal maupun internal kepolisian. 

Secara internal, survey ini dilakukan secara berkesinambungan oleh Puslitbang Polri. Sedangkan secara eksternal, ada banyak lembaga survey independen yang yang melakukannya seperti Litbang Kompas, Nasional Politika Research Consulting (PRC), Parameter Politk Indonesia (PPI) dan lain sebagainya.

Menurut Puslitbang Polri, dalam kurun waktu lima tahun terakhir kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri terus meningkat. Dari tahun 2019 hingga 2015 secara berturut-turut sebesar 65,92%; 68,99% 80,31%, 82,32%.78.1%. 

Walaupun persentasenya berbeda, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri ini juga terlihat dari hasil suvey Litbang Kompas. 

Sayang sekali bahwa pada tahun 2019, Litbang Kompas tidak mempublikasikan hasil surveynya. Sebagai gantinya, kita bisa melihat tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat ini melalui survey yang dilakukan oleh Politika Research Consulting (PRC) dan PPI.

Dari hasil survey PRC dan PPI ini kita bisa melihat bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri cenderung menurun. Hal yang sama juga terlihat dari survey internal yang dilakukan Puslitbang Polri sendiri.  

Walaupun terjadi penurunan, namun di antara lembaga-lembaga negara lainnya, Polri masih menduduki tingkat kepuasan tertinggi kedua setelah TNI (77,5%) dengan tingkat kepuasan 67,8%.

Di bawah Polri berturut-turur adalah KPK 57,4%. Kejagung 51,1%, BPK 48,9%, DPD 51,4%persen, DPR 50,6%, MA 53,2%, dan MK 50,9%. 

Selanjutnya, posisi terendah ditempati oleh MPR dengan tingkat kepuasan hanya 51,7%.

Geometric18
Ornament 02

Tingkat Kepuasan Publik Kepada Polri

Puslitbang Polri, Litbang Kompas, PRC dan PPI.

#PolriPresisi2021

Kepercayaan Membutuhkan Profesionalitas

Kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri mensyaratkan profesionalitas personel Polri

Ada banyak parameter yang dipakai oleh lembaga survey dalam menentukan nilai kepuasan dan kerpercayaan masyarakat terhadap kinerja instiusi Polri. Namun, ujung dari semua parameter tersebut terletak  pada personel Polri itu sendiri.

Maksud daya, kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri sangat dipengaruhi oleh profesionalitas para personel Polri dalam menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.

Geometric 16
Geometric 28

Profesionalitas personel Polri itu sendiri juga tidak dapat dikecualikan dari tuntutan untuk menciptakan good governance di negara kita.

Oleh sebab itu, profesionalitas personel Polri juga harus mengacu pada poin-poin Keputusan Menteri Negara Penerbitan Aparatur Negara (Kepmenpan Nomor: 63/Kep/M/Pan/2003) tentang Standar Pelayanan Publik.

Selain itu, personel Polri juga terikat dengan Kode Etik Profesi Polri yakni norma penuntun, pembimbing dan pengendali setiap anggota Polri agar berperilaku baik sesuai dengan nilai-nilai kebaikan (nilai-nilai etis). 

Ini termaktub dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Standar Pelayanan Publik

Sikap Moral (Etika) Personel

Secara Umum

Participation (Keterlibatan masyarakat), Transparency (Transparansi atas dasar kebebasan memperoleh informasi), Accountability (Tanggung jawab, khususnya kepada publik)

Etika Kepribadian

Sikap moral anggota Polri terhadap profesinya didasarkan pada panggilan ibadah sebagai umat beragama

Etika Kenegaraan

Sikap moral anggota Polri yang menjunjung tinggi landasan dan konstitusional Negara Republik Indonesia, yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Etika Kelembagaan

Sikap moral anggota Polri terhadap institusi yang menjadi wadah pengabdian dan patut dijunjung tinggi  sebagai ikatan lahir batin dari semua insan Bhayangkara dengan segala martabat dan kehormatannya

Etika Kemasyarakatan

Sikap moral anggota Polri yang senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam Penegakan Hukum

Rule of law (Semua tindakan harus didasarkan pada hukum), Responsiveness (Cepat dan tanggap melayani masyarakat), Concencus orientation (Berorientasi kepada upaya pencapaian konsensus di antara anggota masyarakat), Equity (Mengutamakan keadilan), Efficiency and effectiveness (Penyelenggaraan yang berbasiskan efisiensi dan keefektifan), Strategic vision (Memiliki visi strategis ke depan)

geometric 5
topi polisi

#PolriPresisi2021

Tak Profesional dan Langgar Etik, Masyarakat Bisa Membuat Pengaduan

Sebagus apapun peraturan dan undang-undang yang menjadi panduan kinerja, namun polisi tetap saja adalah manusia biasa. Tak ada yang bisa menjamin setiap anggota polisi bisa bersih dari hal negatif.

Polisi yang bersih, berdedikasi dan profesional adalah harapan masyarakat. Namun, adakalanya masyarakat menjadi sangat kecewa karena masih ada saja personel polisi yang melanggar hukum dan kode etik.

Faktanya, banyak dari personel kepolisian yang melakukan pelanggaran disiplin, kode etik profesi, maupun pelanggaran pidana seperti narkoba, pemerasan, perselingkuhan, suap, korupsi, memainkan kasus hukum dan sebagainya.

Ibarat peribahasa karena nila setitik rusak susu sebelanga. Pelanggaran yang dilakukan oknum polisi ini menjadikan nama baik institusi Polri secara keseluruhan pun menjadi tercoreng. Hal ini pula yang penyebab turunnya nilai kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri dalam berbagai survey.

Di dalam tubuh Polri sendiri sebenarnya terdapat satu divisi pengamanan Internal bernama Divpropam yang saat ini dipimpin oleh Irjen Ferdi Sambo. S.H., S.I.K., M.H. 

Unsur pengawas dan pembantu pimpinan yang berada di bawah Kapolri ini bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi pertanggungjawaban profesi dan pengamanan internal, penegakan disiplin dan ketertiban di lingkungan Polri serta memfasilitasi pengaduan masyarakat.

Walalupun demikian, pelanggaran yang dilakukan para oknum anggora Polri pun masih terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. 

Kadivpropam, sebagaimana dikutip sebuah media online mengatakan bahwa sepanjang tahun 2019, kasus pelanggaran disiplin anggota polri mencapai 2.503 kasus. Jumlah ini naik menjadi 3.304 kasus di 2020 dan 536 kasus sejak Januari hingga awal April 2021.

Untuk pelanggaran kode etik profesi, terdapat 1.021 kasus di 2019, 2.081 kasus di 2020 dan 279 kasus sejak Januari hingga awal April 2021. Sedangkan pelanggaran pidana yang dilakukan oleh anggota Polri terdapat 627 kasus di 2019, 1.024 kasus di 2020 dan 147 kasus sejak Januari hingga awal April 2021.

Pertanyaannya, kenapa para personel Polri masih banyak yang melanggar?

Walalupun bukan sebuah justifikasi, namun polisi tetap saja manusia. Tak ada yang menjamin mereka bersih dari pelanggaran dan hal-hal negatif lainnya.

Pelanggaran terjadi karena metalitas oknum anggota yang buruk serta adanya kesempatan. Di samping pelanggaran bisa jadi karena jumlah anggota Polri yang sangat besar. Rasa-rasanya memang tak mungkin diawasi satu per satu oleh Divpropam.

Sebagai informasi saja, hingga Juli 2020 menurut rri.co.id jumlah personel Polri itu mencapai 440.000. Dengan jumlah ini personel Polri menjadi salah satu yang terbanyak di Asia Tenggara.

Geometric 26
Geometric 28

Data Pengaduan Masyarakat 2019 -2020*

Sumber : propam.polri.go.id – Tahun 2020 data semester 1

Irjen Fredy Sambo

Nah, karena itu pula masyarakat pun sebenarnya bisa membuat pengaduan dan peloporan bila mendapati penggaran hukum serta kode etik yang dilakukan oleh personel dan PNS Polri ke pada Divpropam saluran perlaporan yang telah disediakan.

Cara Melaporkan Oknum Polisi

Sentra Pelayanan Propam

Masyarakat pelapor datang langsung ke Sentra Pelayanan Propam digedung utama lt.1 Mabes Polri – Jl. Trunojoyo No.3 Jakarta Selatan

Secara Tertulis

Pelapor membuat surat tertulis kepada Kadivpropam Polri atau Kabid Propam Polda setempat 

Email dan Media Sosial

Pelapor melulis email atau melaporkan melalui akun media sosial resmi Polri (twitter, facebook, instagram) yang memuat uraian singkat maksud serta tujuan permasalahan/kejadian yang akan dilaporkan/diadukan.

#PolriPresisi2021

Semakin Mudah dengan Aplikasi Propam Presisi

Ketika teknologi sudah menjadi tuntutan jaman, Polri pun tak ketinggalan. Selain melalui 3 (tiga) saluran pelaporan yang disediakan, kini pelaporan masyarakat semakin mudah dengan hadirnya Aplikasi Propam Presisi. 

Aplikasi ‘Propam Presisi’ adalah terobosan kreatif pelaporan dan pengaduan masyarakat yang diciptakan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri. Aplikasi pengaduan yang merupakan tindak lanjut dari aplikasi Dumas Presisi ini diluncurkan pada tanggal 13 April 2021 di Mabes Polri.

Dengan aplikasi ini masyarakat bisa melakukan pelaporan dan pengaduan dengan lebih mudah, cepat, mudah, transparan, akuntabel dan informatif terhadap oknum polisi maupun PNS di kesatuan Polri. 

Lebih lanjut, aplikasi “Propam Presisi” ini mejadi salah satu program unggulan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang berkomitman memperbaiki citra Polri sebagai institusi yang PRESISI (prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan).

Program Polri Presisi yang dicanangkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini sendiri dimaksudkan untuk mengoptimalkan fungsi pelayanan dari seluruh satuan kerja di lingkungan Polri, baik jajaran di tingkat pusat maupun jajaran di wilayah, serta menjaga marwah Polri sebagai institusi penegak hukum yang profesional di era keterbukaan teknologi informasi dan komunikasi.

Saat ini bukan saatnya kita untuk menutup-nutupi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di internal Polri, yang ada di organisasi Polri.

– kata Kapolri saat peluncuran aplikasi.

Pertanyaanya, apa fitur dan keunggulan aplikasi ini, serta seberapa mudah digunakan?

Ornament 02
Ornament 03
Geometric 7
kapolri Sigit

Menurut saya, aplikasi Propam Presisi ini bukan aplikasi yang rumit dan kompleks karena kebutuhan dasarnya hanya sebagai media pelaporan dan pengaduan masyarakat saja. Namun bila dilihat dari sisi aplikasi, Propam Presisi ini mempunyai beberapa fitur dan keunggulan. Berikut di antaranya;

Relatif Ringan dan Cepat

Aplikasi Propam Presisi ini tergolong ringan karena hanya membutuhkan space 24 MB di smartphone serta relatif cepat diakses. 

Interface Simple

Selain ringan dan cepat, aplikasi Propam Presisi ini memiliki interface sederhana dengan navigasi yang mudah dipahami. 

Dirancang Komprehensif

Aplikasi dirancang menggunakan secara komprehensif menggunakan Data Management System yang mengintegrasikan data dari semua bagian dan wilayah dalam Divpropam. 

sc aplikasi propam presisi

Memiliki Fitur Reporting and Monitoring

Aplikasi Propam Presisi ini memiliki fitur pelaporan dan pengawasan (reporting and monitoring). Selain membuat pelaporan atau pengaduan, pengguna juga bisa memantau sejauh mana pelaporannya diproses oleh Divpropam.  

Mudah dalam Pengunaanya

Aplikasi Propam Presisi mudah digunakan. Pengguna tidak disyaratkan membuat akun (registrasi) dan melakukan login. Pengguna cukup mendownload dan menginstal aplikasi di smartphone dan memilih layanan yang diinginkan.  

Cara Membuat Pengaduan

Download aplikasi

Unduh dan Install Aplikasi Propam Prosisi

Buka google playstore atau app store kemudian cari aplikasi “Propam Presisi” kemudian download dan install di smartphone

buka aplikasi

Buka Aplikasi Propam Presisi

Buka aplikasi Propam Presisi dan pilih menu “Buat Pengaduan”

Verifikasi Identitas

Lakukan Verifikasi Identitas

Lakukan verifikasi data identitas sebagai pelapor dengan memasukkan nomor identitas  kependudukan (NIK) pada kolom yang telah disediakan, lalu lakukan swafoto kemudia tekan tombol verifikasi. 

formulir pwngaduan

Isi Formulir Pengaduan

Setelah verifikasi data berhasil, maka pengguna bisa meneruskan ke langkah selanjutnya yakni mengisi formulir pengaduan sesuai dengan kolom-kolom yang disediakan.

SC Fom Pengaduan 02

Klik Tombol Kirim

Setelah selai mengisi formulir pelaporan, langkah terakhir adalah menekan tombol “Kirim”. Notifikasi akan muncul bila pengaduan sudah terkirim ke pelayanan pengaduan masyarakat Propam Presisi.

#PolriPresisi2021

Akhir Tulisan

Yuk, download aplikasi Propam Presisi.

Sebagai institusi yang bertanggung jawab mengayomi masyarakat serta menjadi garda depan dalam menjaga keamaman, ketertiban serta penegakkan hukum di Indonesia, Polri perlu memiliki personel-personel yang profesional dan berintegritas. Untuk itu semua, kinerja personel Polri membutuhkan kontrol tidak hanya dari internal Polri namun juga dari masyarakat (Social Control).

Nah, hadirnya aplikasi Propam Presisi ini menjadi alat kontrol eksternal dari masyakarat untuk memastikan para personil polisi tetap profesional, memiliki integritas, tidak melanggar hukum dan kode etik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Menurut saya, aplikasi ini memberi manfaat dalam dua arah. Bagi masyarakat, aplikasi ini menjadi bentuk peningkatan layanan pengaduan di era digital. 

Masyarakat tak perlu lagi datang ke kantor polisi untuk membuat pengaduan karena semuanya bisa dilakukan secara online melalui smarrtphone dari mana saja dan kapan saja. Tentu saja ini akan menghemat waktu.

Bagi Polri, aplikasi Propam Presisi ini menjadi bentuk komitmen Polri di bawah kepemimpinan kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si menuju transpormasi Polri yang PRESISI yakni prediktif, responsibilitas, transparansi, berkeadilan.

Yuk, download segera aplikasi ini. Pasti berguna! 

Dan, terima kasih telah membaca artikel ini semoga bermanfaat.

konvoi polisi2