BAWANG BREBES, KOMODITAS LOKAL YANG KIAN DIMINATI DUNIA

Mata Bu Idza Priyanti terlihat berbinar-binar. Bila saja orang nomor satu di Kabupaten Brebes ini membuka masker yang dikenakannya maka saya yakin akan nampak senyum manis dari bibir beliau, senyum bangga. 

Ya, bagaimana tidak, pada 12 Agustus 2020, salah satu komiditi unggulan pertanian Brebes yakni bawang putih sudah mulai di ekspor ke Taiwan. Permintaan ekspor ke Taiwan ini pun tidak sedikit. Negara pemilik Gunung Yu ini meminta 1.000 Ton bawang putih dari petani lokal Indonesia. 

Menurut saya momen itu menjadi sangat istimewa. Selain menjadi kado manis bagi bangsa Indonesia yang sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-75, ekspor bawang putih ini juga digadang-gadang menjadi momentum mengembalikan kejayaan pertanian bawang putih yang sudah 25 tahun tak lagi swasembada.

Dalam ingatan saya, swasembada bawang putih terakhir terjadi sebelum krisis moneter, sebelum tahun 1994. Saat itu berjaya. Pemerintah mendukung budi daya bawang putih di 100 kabupaten di Indonesia. 

Namun setelah krisis moneter, bangsa yang “Gemah ripah loh jinawi” ini tak lagi bisa berswasembada bawang putih. Kebutuhan bawang putih nasional justru dipenuhi dari impor karena tingginya konsumsi namun tidak diimbangi dengan produksi yang baik. Hasil panen petani selalu berbanding terbaalik dengn konsumsi alias selalu difisit. 

Menengok kembali data Kementerian Pertanian, pada 2016 konsumsi bawang putih nasional mencapai 465,1 ribu ton sedangkan produksi hanya sekitar 21,15 ton. 

Ibu bupati-brebes ida

Selain menjadi kado manis bagi bangsa Indonesia yang sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-75, ekspor bawang putih ini juga digadang-gadang menjadi momentum untuk mengembalikan kejayaan pertanian bawang putih yang sudah 25 tahun tak lagi swasembada.

Pada 2017. Konsumsi mencapai 482,19 ribu ton namun produksi hanya 20,46 ribu ton sehingga terjadi defisit 461,74 ribu ton. 

Kalau saya pelajari data, defisit bawang putih ini pun terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya.

Proyeksi Produksi, Konsumsi dan Defisit Bawang Putih Nasional (2017-2021) Sumber data : Kementerian Pertanian – Direktorat Horti

Meningkatnya kebutuhan bawang putih ini diperngaruhi banyak faktor seperti penambahan jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 261,89 juta dengan konsumsi bawang putih sebanyak 482,19 ribu ton. Kalau di breakdown, konsumsi perkapita bawang putih mencapai 0,18 kg/tahun.

Sayangnya kebutuhan konsumsi ini hanya didukung luas lahan panen 2,42 ribu ha saja dengan produktivitas 8,45 ton/ha. Itulah kenapa selama ini bawang putih melulu impor hingga menjadi “isu seksi” permainan impor di negara kita dan menyeret beberapa pejabat.

Sebagai tambahaan informasi saja, kalau kita mencermati data Kementerian Pertanian-Direktorat Horti, selama dua tahun terakhir ini impor bawang putih sebenarnya terus meningkat meskipun pada tahun 2014 hingga 2016 sempat turun. 

...kalau kita mencermati data Kementerian Pertanian-Direktorat Horti, selama dua tahun terakhir ini impor bawang putih sebenarnya terus meningkat meskipun pada tahun 2014 hingga 2016 sempat turun.

Pada 2018, total volume impor bawang putih Indonesia mencapai 583 ribu ton atau meningkat 4,16% dari tahun sebelumnya sebesar 559,7 ribu ton. Sementara itu, nilai impor bawang putih pada 2018 menurun 16,5% dari US$ 596 juta menjadi US$ 497,3 juta.

Total Volume dan Nilai Impor Bawang Putih Sumber data : Kementerian Pertanian – Direktorat Horti

MENGIKUTI JEJAK KESUKSESAN Bawang Merah

Sukses ekspor bawang putih ke Taiwan ini menyusul kesuksesan bawang merah. Secara historis, keduanya memiliki historikal yang sama. Seperti halnya bawang putih, hingga tahun 2015, negara kita masih mengimpor. Jumlahnya pun tak sedikit. Menurut data Kementan impor bawang merah mencapai 74.903 ton. 

Namun sejak tahun 2016, negara kita menutup kran impor bawang putih. Bukan karena permintaan yang menurun namun karena bawang merah sudah mampu diekspor ke berbagai 11 negara seperti Taiwan, Thailand, Vietnam, Timor Leste,  Malaysia, Srilangka, UK, belanda dan sebagainya. Jumlahnya mencapai 7.750 ton atau naik 93,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 736 ton.

Foto Dokumentasi-bawang-merah1
Foto bawang putih brebes

Ekspor bawang merah dan bawang putih ini terus berlanjut. Sepanjang 2017 hingga 2018, volume ekspor bawang merah Indonesia sudah mencapai 12 ribu ton. Jumlah ini melonjak drastis dari tahun sebelumnya.

Dalam hitungan dollar, data Ditjend Hortikultura menyebutkan kalau nilai ekspor bawang merah tahun 2016 senilai 57,9 ribu dolar AS, tahun 2017 4.7 juta dolar AS, dan 2018 hampir 3.9 juta dolar AS.

Ekpor Ini membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya berhasil mewujudkan swasembada, tapi juga mewujudkan kedaulatan bawang di negeri sendiri, tidak bergantung pada impor lagi. 

Negara Tujuan Ekspor Bawang Merah Indonesia Data olahaan dari berbagai sumber

NoNegara TujuanShare (%)Komulatif (%)
1Taiwan47.0247.02
2Vietnam37.2784.29
3Thailand14.3698.65
4Timor Leste0.7399.37
5Lainya0.63100

KONTRIBUSI BAWANG BREBES

Potensi ekspor komoditas hortikultura bawang merah dan bawang putih terus menguat. Tentu saja ini tak bisa dipisahkan dari kota pemilik kode PTSN 0283, Brebes. Ya, sudah menjadi rahasia umum kalau Brebes adalah daerah yang paling banyak menghasilkan bawang terutama bawang merah.

Kota dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Semarang ini merupakan sentra bawang merah terbesar di Indonesia. Secara angka, petani lokal Brebes memberikan kontribusi 18,5% dari produksi bawang merah nasional.

Di Jawa Tengah, produksi bawang merah petani lokal Brebes bahkan mendominasi 57.20% dari total produksi. Persentase ini jauh di atas Demak, Kendal,Tegal dan kabupaten/kota lain.

Secara angka, petani lokal Brebes memberikan kontribusi 18,5% dari produksi bawang merah nasional.Di Jawa Tengah, produksi bawang merah petani lokal Brebes bahkan mendominasi 57.20% dari total produksi.

Kabupaten Sentra Produksi Bawang Merah di Provinsi Jawa Tengah Sumber data : perpustakaan bappenas.go.id

bawang merah transparant
Peta kabupaten brebes
1

Salem

2

Bumiayu

3

Paguyangan

4

Sirampog

5

Tonjong

6

Larangan

7

Wanasari

Dari 17 kecamatan di Brebes, hanya lima kecamatan yang tidak menghasilkan bawang merah. Atau kalau pun menghasilkan namun luas lahan yang ditanami tidak mencapai satu hektar. 

Lima kecamatan tersebut adalah Salem, Bumiayu,
Paguyangan, Sirampog, dan Tonjong. Walaupun tidak menjadi sentra penghasil bawang merah kecamatan Sirampog dan Paguyangan adalah sentra budidaya dan penghasil bawang putih utama di Brebes. 

Tercatat lebih dari 40 ribu hektare (Ha) lahan bawang putih di dua kecamatan ini yang dikelola oleh petani-petani muda.

Sedangkan untuk bawang merah, dua kecamatan menjadi pemasok bawang merah terbesar di Kabupaten Brebes yakni Kecamatan Larangan dan Wanasari.

Luas panen bawang merah Brebes pada tahun 2019 sebanyak 28.710 Ha dengan jumlah produksi sebesar 3.029.328 Kuintal equivalen dengan 302.932,8 Ton.

bawang crop2

BAWANG BREBES MEMANG BEDA

Memang bukan tanpa alsan kalau banyak negara meminati bawang asli Brebes. Bawang, utamanya bawang merah Brebes memang terkenal dengan kualitas dan rasanya, serta memiliki ciri khas.  

Selain memiliki warna merah tua yang khas, bawang merah Brebes memiliki rasa nikmat pedas yang khas dan terasa lebih nikmat sebagai bumbu dasar masakan dibanding dari daerah lainnya. Dari segi bentuk, bawang merah Brebes memiliki bentuk umbi yang panjang. Ini berbeda dengan daerah lain. 

Hal lain yang membedakan adalah kadar airnya yang sedikit serhingga tahan lama. Ini karena bawang merah Brebes melalui proses penjemuran dan pengeringan yang baik.

Proses penjemuran dan pengeringan bawang Brebes melalui proses pensotiran yang ketat yaitu dari mulai pemisahan bawang yang kurang baik (busuk), kulit dan tanah yang menempel.

Inilah kenapa bawang Brebes sangat berkualitas dan berpotensi menjadi komiditi ekspor yang menguntungkan di waktu-waktu mendatang.

MEMAKSIMALKAN POTENSI EKSPOR

Melihat modal sosio-geografis yang dimiliki, menurut saya sebenarnya potensi ekspor bawang Brebes masih bisa tubuh dengan maksimal di waktu-waktu mendatang.  Ada berapa upaya, yang bisa dilakukan menurut saya, yakni:

Pemerintah daerah melalui lembaga terkait mampu menjamin ketersediaan bibit, pupuk, (organik, pupuk NPK, dan pestisida) yang selama ini menjadi permasalah dasar petani, selain kodisi cuaca yang tak menentu; 

Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperkuat kelembagaan petani melalui Kostratani dan sebagainya;

Memfasilitasi dan memberi kemudahan pada akses permodalan

Memberi edukasi dan mengoptimalka online marketing di era digital seperti saat ini serta memfasilitasi petani untuk megikuti pameran-pamran dagang internasional untuk mendapatkan calon pembeli/buyer

Memfasilitasi petani untuk megikuti pameran-pamran dagang internasional untuk mendapatkan calon pembeli/buyer

Mendorong para petani melakukan kerjasama dengan perusahaan jasa ekport yang berpengalaman dalam melakukaan ekspor atau pengiriman barang ke luar negeri

promo-bulanan