Berani Lebih Baik
Demi Masa Depan Gemilang

Masa depan perlu direncanakan sedini mungkin. Adakalanya kita harus berani memaksakan diri hingga melewati batas-batas kemampuan diri untuk merencanakannya. Ya, berani lebih baik memang tidak mudah tapi bukan berarti tidak mungkin.

Setiap orang pasti menginginkan masa depan yang gemilang. Hidup makmur, sejahtera, sehat, panjang umur dan lain sebagainya. Sayangnya, masa depan itu sebuah misteri dengan berjuta-juta probabilitas yang tak bisa ditebak sama sekali. Saking misterinya, masa depan dideskripsikan secara unik menjadi teka-teki Spink dalam film box office, Gods of Egyps, garapan Alex Proyas tahun 2016 lalu.

Aku tak pernah ada. Tapi aku selalu ada. Tak ada yang pernah melihatku selamanya. Namun aku dipercayai semua makhluk hidup yang bernafas

Walaupun diselimuti misteri, orang-orang sukses mengatakan kalau masa depan adalah hasil sebuah proses hukum sebab akibat. Itu artinya, masa depan dipengaruhi apa yang kita lakukan saat ini. “What you do is what you get”, begitu kata orang. Beruntung, kita tercipta sebagai makhluk Tuhan yang dibekali akal pikiran. Sepaket dengan itu kita akan terus bergerak dan optimis memperjuangkan masa depan, memaknai hukum sebab akibat dengan lebih baik.

Lalu bagaimanakah memperjuangkan masa depan ?

Jangan “Gadaikan” Masa Depan,
Atur Uang Dengan Bijak

Percaya atau tidak, tanpa disadari sekalipun banyak kebiasaan dan perilaku kita itu beresiko “menggadaikan” masa depan diri kita sendiri. Banyak fakta membuktikan bahwa ketika lagi berjaya dengan rejeki yang datang bertubi-tubi, kadang kita lupa mengatur uang dengan baik. Malah seringkali kebablasan dalam membelajakannya. Resources kita selalu habis hanya untuk memenuhi kebutuhan “kampung tengah” alias perut dan sekitarnya. Akhirnya, kita lupa menyisihkan atas nama tabungan atau investasi.

Jujur, saya sendiri pernah “terjebak” dalam kondisi seperti itu. Ya, saat saya masih bekerja di perusahaan swasta dengan jabatan dan gaji yang menjanjikan, saya lalai menyisikan penghasilan untuk diinvestasikan. Nah, begitu resign karena berkeinginan untuk menekuni dunia kuliner, saya kalang kabut karena kehabisan resources dan tak punya investasi apapun.

Pengalaman itu menyadarkan saya betapa penting mengatur keuangan secara bijak. Akhirnya saya mulai mengubah tata pengelolaan keuangan keluarga bersama istri dengan membuat semacam budgeting guideline.

Prinsip guideline ini adalah pengendalian diri dalam membelanjakan uang. Pengeluaran keluarga saya lakukan sedemikian rupa dengan menggunakan skala prioritas, kebutuhan mana yang yang perlu didahulukan dan mana yang perlu ditunda.

Walaupun dalm aplikasinya tidak selalu kaku, saya merasakan manfaat dari ini semua. Setidaknya, cara ini membantu menciptakan semangat untuk hidup hemat dan menyisihkan rupiah untuk di tabung dan investasi bagi masa depan. 

Terlebih, saya dan suami bukanlah orang kantoran lagi dengan gaji tiap bulan tetapi wiraswasta yang hasilnya sangat tergantung pada ramai dan sepinya pengunjung kedai makan yang kami kelola.

Contoh Budgeting Guideline ala Saya

Memiliki Perlindungan Diri

Ya, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari esok, walaupun hanya sedetik waktu saja. Bagaimana kalau terjadi musibah, atau sakit yang membutuhkan biaya rumah sakit yang besar sedangkan kita tidak lagi produktif dari segi finansial?

Nah, untuk menjaga ketenangan hidup di masa depan dari hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, perlu dipikirkan untuk memiliki perlindungan financial. Perlindungan finansial masa depan ini juga menjadi salah satu manifestasi managemen keuangan keluarga yang baik. Bagaimana caranya ?

Salah satu cara terbaik dan rasional adalah memiliki asuransi yang dapat diandalkan sebagai perlindungan financial masa depan. Dengan asuransi ini, kita tak perlu kuwatir lagi dari segi financial bila terkena musibah yang mengharuskan dirawat inap di rumah sakit dan sebagainya. Beberapa perusahaan asuransi juga memberi manfaat investasi untuk hari tua.

Berani Lebih Baik
Dengan Memiliki Perlindungan Umum

Bila perlindungan diri sudah tercover, perlu pula melindungi harta benda kita seperti motor, mobil, rumah dan sebagainya dengan asuransi umum. Ini penting agar ketika motor atau mobil kita hilang atau karena suatu sebab mengalami musibah kecelakaan yang mengakibatkan kendaraan kita rusak parah hingga 75% akan tercover oleh asuransi. Kita pun tak perlu pusing harus ke mana membeli polis asuransi umum untuk kendaraan kita karena ada banyak perusahaan asuransi umum di Indonesia yang menyediakannya, sebut saja seperti Tugu Insurance.

Saya sendiri pernah merasa sangat menyesal karena tidak mengasuransikan motor. Tepatnya setahun lalu ketika harus kehilangan sebuah motor matic saat di bawa anak ke sekolah. Sampai sekarang motor tersebut tidak ketemu walaupun saya sudah melaporkan kepada pihak yang berwajib.

Sesal saya adalah kenapa selepas masa kredit tidak saya asuransikan. Padahal asuransi umum untuk kendaraan roda dua, misalnya, tidaklah mahal. Banyak perusahaan asuransi yang menyediakan premi mulai Rp 12.000 per bulan. Bahkan kalau di Tugu Insurance preminya hanya Rp 10.000 per bulan. Tapi begitulah, sesal selalu datang di belakang.

Saya pun tak mau ambil resiko kehilangan untuk kedua kalinya. Selain menyisihkan rejeki setiap bulan untuk proteksi diri dan keluarga, saya pun menganggarkan untuk membeli asuransi umum kendaraan yang saya miliki. Ya, memang masih sebatas itu, walaupun dalam hati berkeinginan untuk mengasuransikan properti lain seperti rumah dan sebagainya.

Finally,

sddefault

Masa depan memang perlu direncanakan mulai sekarang. Adakalanya kita memang harus berani memaksakan diri hingga melewati batas-batas kemampuan diri untuk merencanakannya. 

Ya, berani lebih baik memang tidak mudah. Namun kita mesti percaya langkah kita tak sendiri, ada keluarga yang selalu mendoakan kita, ada sanak saudara yang mensupport usaha-usaha kita, ada teman dan sahabat yang bersedia membantu kita. Ya, melangkah bersama memang lebih baik.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat.