MEMBERI RUANG BERKEMBANG BAGI KONTEN LOKAL DI DUNIA DIGITAL INDONESIA

Munculnya berbagai konten lokal dalam dunia digital di Indonesia adalah prestasi tersendiri. Ada potensi sosio-ekonomis yang besar atas kehadirannya. Namun banyak di antara mereka runtuh sebelum berkembang. Kita mesti mendukung mereka. Bagaimana caranya?

Tempo hari anak perempuan saya bertanya, kenapa orang-orang lebih senang pakai Whatsapp untuk berkirim pesan yang noatabene itu buatan orang luar negeri. Memangnya enggak ada yang buatan Indonesia. Begitu kurang lebih pertanyaan Ayunda.

Pertanyaan itu membuat heran dan di luar dugaan. Apa yang yang melatarbelakangi anak SMP kelas 1 bertanya begitu. Apakah ada hubungannya dengan pelajaran online di sekolahnya atau pengalaman pribadinya selama menggunakan Whatsspp. 

Jujur pertanyaan itu sukses memaksa saya berfikir sesaat. Bukan karena tidak punya jawaban namun saya mencoba menemukan kalimat yang mudah diterima oleh logika anak seusianya.  

“Tentu saja ada, Nduk. Contohnya Chatfiz. Ini aplikasi chating buatan orang-orang pinter Indonesia yang berasal dari Surabaya.” Sambung saya. 

“Selain Chatfiz ada juga liteBIG messenger, IMES (Indonesia Messenger), Yogrt atau StealthChat. Itu semua juga aplikasi lokal asli Indonesia” Tambah saya.

Jujur pertanyaan itu sukses memaksa saya berfikir sesaat. Bukan karena tidak punya jawaban namun saya mencoba menemukan kalimat yang mudah diterima oleh logika anak seusianya.

Nampaknya jawaban itu tidak cukup membuatnya puas. Buktinya ekpresinya masih datar. Matanya masih tertuju pada handphone yang dipegangnya. Entah apa yang dilakukan. Sejurus kemudian ia bertanya kembali.

“Kalau ada aplikasi chating buatan orang Indonesia, kenapa kita tidak memakainya, Pa.” Tanyanya. 

Saya menghela napas dalam-dalam. Sampai di sini saya tidak bisa menjawab secara pasti. Pikiran tiba-tiba menjadi blank seperti layar laptop saya yang menghitam tempo hari, stack dan gagal booting. 

Ya, Kenapa?

Pertanyaan Ayunda sebenarnya menggelitik saya. Spontan saya sebut Chalfiz sebagai contoh hanya untuk mewakili berbagai produk teknologi dengan konten lokal dalam dunia digital di Indonesia.

Kalau mau fair-fairan, handphone kita pasti pasti lebih banyak terinstall aplikasi-aplikasi luar ketimbang produk anak bangsa. Jujur sajalah, berapa banyak aplikasi lokal di handphone kita. Apakah ada Chalfiz, liteBIG messenger, IMES, Yogrt, atau StealthChat untuk berkomunikasi dengan relasi atau sanak saudara? Kenapa Tidak? Apakah karena konten lokal-konten lokal semacam ini tidak berkualitas?

Tunggu dulu, Saudara!

Kalau menggambil contoh Chatfiz, aplikasi yang telah diunduh lebih dari sejuta orang ini justur ringan dan unik serta mempunyai fitur yang tidak dimiliki aplikasi kelas dunia yang diakuisisi facebook dengan mahal 19 miliar dolar AS pada Oktober 2014, Whatsapp. 

Bahkan menurut saya developer Chatfiz sangat cerdik karena mampu mendesain sebuah aplikasi yang mampu menggabungkan fungsi instant messaging dan interaksi sosial media (seperti like dan comment) dengan group chat yang dapat ditambahkan hingga 2000 anggota.

Kalau mau fair-fairan, handphone kita pasti pasti lebih banyak terinstall aplikasi-aplikasi luar ketimbang produk anak bangsa. Jujur sajalah, berapa banyak aplikasi lokal di handphone kita.

Tak hanya itu, aplikasi ini juga mempunyai fitur streaming multimedia tanpa harus mendownloadnya. Dan yang keren lagi,  Chalfiz menyediakan layanan cloud storage untuk berbagi dokumen atau file apapun secara bebas hingga 500MB. 

Kenapa tidak menggunakannya?

Saya yakin kalau jiwa nasionalisme masyarakat Indonesia itu sangat tinggi. Pun juga, kesadaran untuk mencintai produk dan konten lokal pun besar. 

Kalau aplikasi-aplikasi bagus anak bangsa tidak populer dan gagal menjadi tuan rumah di negeri sendiri, mungkin karena beberapa sebab sebagai berikut.

Lingkaran Kuning

Pertama, besar kemungkinan karena ketidaktahuan masyarakat. Sebuah produk memang membutuhkan publikasi dan promosi. Tujuannya adalah untuk membangun “brand image” dan edukasi kepada calon pengguna secara berkesinambungan. 

Dalam kasus Chatfiz dan teman-temannya, saya sendiri tidak pernah sekalipun melihat iklan atau publikasi baik ATL (Above The Line) maupun (Bellow The Line). 

Logikanya, kalau masyarakat tidak tahu, bagaimana  produk akan dikenal dan masyarakat akan menggunakannya?

Kedua, kurangnya dukungan pemerintah (Stakeholder). Dunia digital itu kejam. Persaingan semakin berdarah-darah karena masyarakat disuguhkan pilihan yang begitu banyak.

Sudah banyak contoh konten-konten lokal yang berguguran. Sebut saja seperti HeloDiana, Qlapa, Alikolo, Kirim, BukuQ.com dan lain sebagainya.

Dalam hal ini dukungan pemerintah sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembangnya konten lokal. Dukungan pemerintah pun harus holistik, bukan hanya sebatas pendanaan semata tetapi juga tuntas dengan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakannya. Kalau perlu dengan instrumen undang-undang, kenapa tidak?

Kotak Kuning

Memberi Ruang Berkembang Bagi Konten Lokal

Adakalanya kita butuh mencontoh negara lain, seperti China misalnya. Tentu saja bukan tentang idiologinya atau sistem pemerintahnnya, tetapi cara mereka menghargai dan mendukung konten-konten lokalnya. 

Suatu ketika saya membaca sebuah artikel berbahasa inggris yang dipublis di South China Morning Post. Artikel yang ditulis oleh Sarah Zheng dengan berjudul “China’s foreign ministry finally starts using Weibo to promote its message to millennials” ini menarik bagi saya. 

Pointer dari artikel tersebut salah satunya adalah bagaimana setelah sekian lama media sosial terbesar di negeri tersebut akhirnya dipergunakan oleh pemerintah China untuk terhubung dan menyampaikan pesan kepada para millenial di sana.

Saya pun berharap itu terjadi di Indonesia walaupun dengan format berbeda. Betapa bangganya saya ketika tiba-tiba mendapat notifikasi SMS di handphone berbunyi, “Halo, Presiden Republik Indonesia di sini. Saya telah mengunakan aplikasi karya anak bangsa untuk terhubung dengan anda. Ayo kita download. Kunjungi link berikut”

Namun benar, menggunakan konten-konten lokal adalah cara terbaik agar mereka hidup dan berkembang.

Mungkin utopis. Ya, abaikan sajalah kalau begitu. Anggap saja sebagai impian seorang blogger pembelajar, semprul dan sontoloyo yang tidak realistis sama sekali. Are you happy?

Namun benar. Adalah hal penting bagi seluruh entitas bangsa untuk mendukung dan meningkatkan konten-konten lokal di dunia digital Indonesia. Bagaimana?

Menurut saya, menggunakan konten-konten lokal adalah cara terbaik agar mereka hidup dan berkembang karena ada begitu banyak manfaat dan nilai sosio-ekonomis di dalamnya.  

Kenapa penting? Apa saja nilai sosio-ekonomisnya?

Berpotensi Membuka Lapangan Pekerjaan

Berkembangnya start up dalam negeri tentu akan menyerap tenaga kerja. Contohnya Gojek. Aplikasi transportasi daring ini sukses "memberi pekerjaan" kepada lebih dari 4.000 orang Indonesia. Implikasinya adalah ekonomi berputar yang berkorelasi terhadap pengentasan kemiskinan. 

Kebanggaan Bagi Bangsa

Berkembangnya konten-konten lokal akan menginspirasi generasi muda untuk terus berinovasi dan berprestasi. Di satu sisi ini akan menjadi kebanggan bangsa bahwa kita bukan semata-mata sebagai bangsa penikmat tetapi juga pembuat,

Pemasukan Bagi Negara

Berkembangnya perusahaan-perusahaan IT dengan konten lokal tentu saja memberikan pemasukan bagi negara karena mereka pun dikenai kewajiban membayar pajak pendapatan. Bukankah ini sebuah keuntungan?

Mendukung Target Ekonomi Digital

Mendukung target pemerintah dalam rangka menjadi "Pusat Gravitasi Ekonomi Digital Asia Tenggara".

Menjaga Kearifan Lokal

Banyak aplikasi diciptakan dengan membawa unsur-unsur budaya dan kearifan lokal Indonesia. Dengan sendirinya ini bermanfaat untuk memelihara ciri khas dan kearifan lokal dalam kerangka budaya bangsa.

Partisipasi Entitas Blogger

Sebagai seorang blogger atau pekerja digital, sebenarnya kita pun ikut bertanggung jawab dan harus berpartisipasi dalam peningkatan konten lokal dalam dunia digital Indonesia. Dengan apa dan bagaimana?

Hal paling simpel yang bisa dilakukan adalah dengan menulis dan memberitakan dengan berita-berita positif (review positif) tentangnya. Mungkin sepele namun ini akan menjadi suplemen dan motvasi bagi talenta-talenta anak negeri semangat berkarya, menciptakan konten-konten lokal yang kreatif dan berkualitas serta membawa kebermanfataan.

Selain itu, bila blog atau website kita menggunakan self hosting, maka gunakanlah hosting yang disediakan perusahaan-perusahaan penyedia hosting lokal (dalam negeri). 

Selain itu, bila blog atau website kita menggunakan self hosting, maka gunakanlah hosting yang disediakan perusahaan-perusahaan penyedia hosting lokal (dalam negeri).

Selain menggerakkan ekonomi, menggunakan layanan hosting Indonesia akan mendapatkan berbagai keuntungan tersendiri. 

Berikut di antaranya, 

Komunikasi Lebih Mudah

Yang pasti tidak ada kendala bahasa dan budaya kerja bila hosting kita mengalami masalah dan membutuhkan support teknis dari penyedia hosting.

Pembayaran Mudah

Pembayaran pun mudah karena bisa dilakukan dengan bank lokal. Ini jelas berbada bila menggunakan perusahaan hosting luar negeri yang harus menggunakan bank asing atau kartu kredit.

Server berlokasi di Indonesia

Bila target pengunjung blog atau website adalah pengguna internet nusantara, maka pilihan server di Indonesia sangat penting. Alasannya, routing lebih pendek dan bandwidth yang lebih kecil dibanding ketika mengakses data dari server luar negeri. Intinya waktu akses ke blog atau website jadi lebih cepat.

Kemudahan Memiliki Domain Indonesia

Ada domain khusus dengan akhiran .id,seperti .web.id, .co.id, .net.id, .ac.id, dan lain-lain. Nah, pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menyerahkan registrasi dan pengelolaan nama domain Indonesia tersebut hanya kepada penyedia layanan hosting di Indonesia.

Mendukung Perekonomian Indonesia

Sudah tentu kalau perusahaan hosting Indonesia mempekerjakan pegawai lokal dan membayar pajak ke negara Indonesia. Nah, dengan menggunakan layanan hosting dari perusahaan hosting dalam negeri, akan ikut meningkatkan perekonomian negara.

Kita tak perlu kuwatir kesulitan menemukannya. Saat ini ada banyak sekali penyedia hosting di Indonesia yang bisa kita pilih. Kita akan dimanjakan dengan banyak pilihan.

Saking banyaknya, kita memang harus jeli dan teliti dalam memilihnya agar tak salah pilih dan menyesal kemudia. Kenapa?

Bagi sebuah blog atau website self-hosted, hosting sangatlah vital. Hosting sangat berpengaruh pada performa blog atau website kita. Saya punya pengalaman tentang hal tersebut. 

Ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan bila memilih hosting, menurt saya 6 (enam) hal berikut ini diantaranya.

 

Seberapa Bonafit Perusahaannya

Tidak semua perusahaan penyedia hosting dapat dikategorikan bonafid. Menurut saya yang bonafid itu pengalaman puluhan tahun dan dipercaya banyak client, terutama client-client dari entitas ternama dengan trafik tinggi. ISP seperti ini pasti berkualitas

Teknologi, Lokasi Server dan Data Center

Server itu diisi ribuan situs dengan bertraffic tinggi. Nah, bila servernya menggunakan teknologi biasa-biasa saja, website jadi tidak optimal, sering down atau sering tidak bisa diakses. Jelas Ini merugikan, bukan?.
Begitu pula dengan lokasi server atau data centernya yang secara teknis berpengaruh pada kestabilan website. Kalau target website adalah lokal misalnya, maka lokasi server di Indonesia jauh lebih baik. Namun bila target website adalah global maka server yang berada Singapura atau AS bisa menjadi pertimbangan.

Kapasitas Data Transfer

Transfer data merujuk pada jumlah data dalam bit yang melewati satu media tertentu dalam satu detik baik bersifat Downstream maupun Upstream. Umumnya ditulis dalam bit perdetik (bit per second) dengan simbol bit/s atau bps. Pertimbangkan memilih hosting yang memiliki unlimited data transfer dan unlimited bandwith

Space Hosting

Website itu 60% isinya adalah image. Maka pilihlah hosting secara bijak sesuai kebutuhan.

Harga

Beli hosting itu dipakai berkepanjangan. Maka, carilah penyedia hosting yang menawarkan harga wajar, rasional dan kompetitif tetapi benar-benar menawarkan kualitas. Jangan asal murah.

Layanan Support

Sekeren-kerennya web hosting, website dan hal-hal yang berkaitan dengannya tetap saja tak lepas dari trouble. Ada banyak faktor yang mempengaruhi. Bisa karena kesalahan saat instalasi, virus atau ada tangan-tangan jahil yang mencoba merusaknya. Nah, keberadaan penyedia hosting dengan layanan tim support 24 jam ini penting karena kepada merekalah kita menangis, mengadu dan berkeluh kesah bila terjad hal-hal yang tak terduga seperti di atas.

square blue big

HOSTING MURAH TERBAIK ADA DI INDOWEBSITE

Apakah harus mahal? Hosting dengan kualifikasi yang saya maksudkan di atas tidak harus mahal. Saat ini banyak perusahaan penyedia hosting murah. 

Nah, kalau anda membutuhkan hosting murah namun tidak murahan, percaya sama saya bahwa salah satu penyedia hosting murah terbaik di Indonesia yang bisa diandalkan adalah hosting murahyang disediakan Indowebsite.

Indowebsite adalah salah satu ISP kenamaan di Indonesia yang telah berpangalaman lebih dari 15 tahun dan masuk dalam daftar Top Hosting Company di Indonesia. Hinga saat ini, Indowebsite telah dipercaya 40.000 lebih client aktif dari seluruh penjuru nusantara dan dunia. Banyak di antaranya adalah entitas dan institusi ternama.

Untuk Indonesia, Indowebsite menggunakan data center yang berada di Gd. Tifa, Kuningan Jakarta yang dilengkapi NOC 24 Jam, Sistem Keamanan Biometric, 60 Gbps peak trafic, Security Camera, UPS Central System dan Sistem Pendingin.

Berhubungan dengan hosting murah yang saya sebutkan di atas, Indowebsite ini merupakan salah satu pelopor hosting murah terbaik di Indonesia yang menyediakan infrastruktur handal dan berkelas  bagi entitas blogger atau yang sedang memulai usaha online.

Hal menarik yang perlu diketahui, walaupun murah namun semua paket web hosting Gratis domain (MY.ID) dan SSL certificateArtinya, pengguna tidak memerlukan biaya tambahan untuk membeli produk pendukung selain hosting, yakni domain dan SSL.

Untuk hosting murah, bisa disebut Indowebsite ini merupakan salah satu pelopor hosting murah terbaik di Indonesia yang menyediakan infrastruktur hosting murah bagi entitas blogger atau yang sedang memulai usaha online.

Selain gratis domain, SSL dan menggunakan hardware terbaik, hosting murah Indowebsite juga menggunakan kontrol panel cPanel yang didalamnya sudah terinstall Softaculous. Ini adalah aplikasi yang memudahkan instalasi aplikasi (seperti wordpress), memudahkan managemen email dan file di hosting. 

Selain itu, walaupun hosting murah namun Indowebsite juga memberi jaminan keamanan dengan fitur Imunify 360 Keamanan, customer support 24 jam non stop dan garansi kepuasan 30 hari uang kembali.

FINALLY,

Terima kasih telah membaca artikel ini. Tanpa rumusan kesimpulan pun saya pikir anda sudah mengetahui maksud tersirat dan tersurat dari artikel ini.

Ya, setiap entitas bertanggung jawab atas tumbuh kembangnya konten-konten lokal apa pun bentuknya baik berupa media, aplikasi, e-commerce dan sebagainya. 

Sebagai blogger dan pekerja digital, mari kita support dan apresiasi karya mereka dengan menggunakan serta memberi review positif agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi kebanggan bangsa.

Untuk anakku, ini adalah jawaban atas pertanyaanmu, Nduk