Melihat Lebih Dekat Urgensi dan Manfaat Pelindo Bersatu

Indonesia memiliki empat BUMN yang bergerak di jasa kepelabuhan yakni Pelindo I hingga IV. Keempat-empatnya tengah dinanti untuk diintegrasikan dalam satu BUMN. Apa urgensinya?

Ornament 03

Kalau kita buka website kemudian mengetik keyword “pelindo” di kolom pencarian, maka kita akan mendapatkan hasil pencarian random mengenai 4 (empat) Pelindo sekaligus yakni Pelindo I, Pelindo II (IPC1), Pelindo III, dan Pelindo IV. Menariknya, masing-masing memiliki akta pendirian, logo perusahaan dan rumusan visi misi yang berbeda. Begitu pula dengan struktur organisasi, tata kelola perusahaan dan wilayah operasional, mereka juga berbeda. Kenapa ada 4 Pelindo?

Ya. Sejak 1 Desember 1992, oprasional pelabuhan di Indonesia memang dikelola oleh BUMN pelabuhan (Pelindo) yang dibagi berdasarkan wilayah. Ini sesuai amanat Undang – undang No. 21 tahun 1992. Pelindo I misalnya, ia mengelola 16 cabang pelabuhan di empat provinsi, dari Aceh hingga Kepulauan Riau dengan kantor pusat di Belawan, Medan. Sedangkan Pelindo II atau IPC yang berbasis di Tanjung Priok, Jakarta Utara, ia mengoperasikan 12 pelabuhan di 10 provinsi Indonesia.

Untuk Pelindo III yang bermarkas di Surabaya, ia mengelola 43 pelabuhan umum di 7 wilayah provinsi Indonesia. Sementara itu Pelindo IV dengan kantor pusat di Makassar mengoperasikan 27 cabang, memiliki 3 anak perusahaan dan afiliasi yang tersebar dari Sulawesi, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa mereka tidak disatukan (diintegrasikan) saja agar menjadi sebuah kekuatan besar seperti Telkom, Pertamina, PLN, atau perusahan-perusahaan besar milik negara lainnya?

Urgensi Pelindo Bersatu

Wacana Menahun Yang Bakal Terealisasi

Mempersatukan Pelindo dalam satu induk perusahaan memang bukan wacana baru. 10 tahun lalu ketika saya masih beraktivitas di Freight-Forwarding dan Trading di Solo, wacana ini pun sudah mengemuka, lengkap dengan pro dan kontranya. 

Memang butuh pertimbangan matang bagi pemerintah untuk mempersatukan Pelindo mengingat industri pelabuhan adalah industri padat modal dan berisiko tinggi. Jika salah perhitungan maka akan mendatangkan bencana dan kerugian yang besar.

Nampaknya pertimbangan tersebut sudah pada kesempulan final karena pemerintah melalui Kementerian BUMN benar-benar akan rerealisasikan penggabungan 4 Pelindo dalam satu holding BUMN dengan nama yakni bernama PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo, mulai September 2021. 

Opsi penggabungan Pelindo ini didasarkan atas urgensi mendasar untuk memperbaiki tata kelola pelabuhan menjadi lebih efektif dan efisien serta mendukung toll laut yang akan memudahkan proses distribusi barang dan jasa ke seluruh wilayah Indonesia, mengurangi disparitas harga, memangkas biaya logistik, dan sebagainya

Dalam kerangka global, penggabungan Pelindo juga memudahkan pelabuhan-pelabuhan utama di Indonesia memiliki daya saing internasional. Ya, Sepanjang yang saya ketahui, tak ada satu pun dari pelabuhan-pelabuhan tersebut masuk dalam ranking 20 top port dunia. 

Hal ini menunjukan adanya permasalahan mendasar kepelabuhan di Indonesia yang butuh solusi sesegera mungkin agar tidak menjadi preseden buruk di waktu mendatang.

Laporan Bappenas dan Kementerian Perhubungan tahun 2019 lalu menyebutkan bahwa permasalahan pelabuhan di Indonesia terletak pada standarisasi operasional dan birokrasi yang berdampak pada biaya logistik yang tidak merata. Sebut saja seperti permasalahan waiitng time hingga dwilling time.

Waiting time misalnya, pelabuhan di negara kita masih tinggi yakni 27-47 jam sedangkan di ASEAN rata-rata hanya 2 jam. Begitu pula dengan Gross Crane Productivity yang berkisar antara 7-11 per jam di mana di ASEAN rata-ratanya sudah mencapai 20-30 per jam.

Permasalahan lain adalah terkait Crane Intensity yang masih rendah yakni sekitar 1-2, sedangkan CI tertinggi di ASEAN mencapai 1,8-3,6). Begitu pula Domestic Dwilling Time. Pelabuhan-pelabuhan besar di Indonesia masih memiliki Dwilling Time 5 hari sedangkan terendah di ASEAN hanya sehari.

4 Klaster Bisnis Pelindo Bersatu

Perubahan Portofolio Bisnis

Pasca Integrasi Pelindo
Integrasi pelindo akan menciptakan sinergi satu BUMN Pelabuhan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi bangsa dan negara dalam kerangka visi Indonesia maju.

Salah satu tujuan integrasi Pelindo adalah meningkatkan layanan dan market share bisnis kepelabuhanan. Untuk mewujudkan tujuan ini, pasca penggabungan akan terjadi perubahan pada portofolio Pelindo. 

PT. Pelabuhan Indonesia sebagai holding akan membuat subholding-subholding berdasarkan klaster bisnis. Tujuannya agar eksekusi dan pengembangan bisnis lebih fokus pada lini bisnis yang dimiliki sehingga mampu meningkatkan kapabilitas dan keahlian yang berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan melalui kualitas layanan yang lebih baik. 

Selain itu, pembagian klaster bisnis juga mendorong terjadinya efisiensi dalam sumber daya keuangan, aset, SDM dan serta penguatan strategi akusisi pasar.

Nah, empat subholding berdasarkan klaster bisnis yang akan dibentuk pasca Pelindo Bersatu adalah:

  • 1
    Peti Kemas
  • 2
    non-Peti Kemas
  • 3
    Logistik & Hinterland Development
  • 3
    Marine, Equipment, & Port services

Seperti halnya Pertamina, empat klaster bisnis juga akan memiliki managemen sendiri dan juga bisa melakukan IPO (melantai di bursa saham), sedangkan Holding (PT.Pelabuhan Indonesia-Pelindo) 100% adalah milik negara.

Selain peningkatan layanan, penggabungan Pelindo juga akan memberikan manfaat berkelanjutan bagi kemajuan bisnis Pelindo sendiri dan bangsa.

Pelindo akan memiliki kendali strategis yang lebih baik dan holistik dalam pengembangan maupun perencanaan di suluruh jaringan pelabuhan (SDM, FInance dan IT) . 

Operasional pelabuhan juga akan memiliki sistem yang sama dan terstandarisasi sehingga berdampak pada efisiensi dan turunnya biaya logistik. Selain itu, integrasi membuka peluang mendapatkan Foreign Direct Investment.

Sedangkan bagi pemerintah, integrasi Pelindo akan memudahkan koordinasi dengan BUMN Pelindo serta meningkatkan pendapatan negara melalui dividen dan pajak.   

Tak menutup kemungkinan, bila skenario integrasi berjalan maksimal maka ke depannya pelabuhan di Indonesia akan berada pada urutan ke-10 besar terbaik dunia.

Pelindo Bersatu

3 Tahap Integrasi Pelindo

Kementerian BUMN telah membuat timeline Integrasi yang terbagi dalam 3 (tiga) Fase, yakni;
  • 1
    2021-2022 - Business Alignment And Integration
    Fokus pada penyelarasan bisnis pasca standarisasi dan integrasi operasi dan komersial.
  • 2
    2023-2024 - Ekspansi Bisnis Dan Kemitraan
    Ekspansi bisnis lewat kemitraan, bersinergi dengan BUMN lainnya terkait pelabuhan. Kemitraan dilakukan dengan pelayaran domestik dan global untuk peningkatan konektivitas laut. Selain itu, pengembangan konektivitas dan ekosistem logistik melalui kerja sama dengan pelaku logistik darat.
  • 3
    2025 - Integrasi Ekosistem Pelabuhan Kelas Dunia
    Ekspansi regional dan internasional dengan memanfaatkan teknologi digital dalam bisnis kepelabuhanan dan bisnis pendukungnya serta kerja sama dengan kawasan industri untuk peningkatan arus barang,

Integrasi Pelindo memang sudah ditunggu-tunggu banyak kalangan. Sebagai masyarakat, kita patut mengapresiasi bahwa pada periode ini Kementerian BUMN dan pihak terkait bisa mengambil langkah besar yang lama tertunda, yakni Pelindo Bersatu dalam satu BUMN. 

Saya pun merasa bangga bisa menjadi saksi sejarah momen luar biasa ini teriring doa semoga prosesnya berjalan lancar sehingga benar-benar memberikan dampak positif pada perekonomian nasional serta meningkatnya daya saing pelabuhan-pelabuhan nasional di kancah global. 

Referensi dan Informasi

Daftar Bacaan

  • Kumparan,2021. "Bocoran Merger Pelindo: Berubah Jadi PT Pelabuhan Indonesia", Valuasi Rp 120 T", https://kumparan.com/kumparanbisnis/bocoran-merger-pelindo-berubah-jadi-pt-pelabuhan-indonesia-valuasi-rp-120-t-1vP7UhbtbS7, Diakses pada 20 Agustus 2021 pukul 20.15 WIB.

  • Bisnis, 2021. "Merger BUMN Pelabuhan: Puluhan Tahun Jadi Wacana, Kini Mulai Terealisasikan", https://ekonomi.bisnis.com/read/20210717/98/1418890/merger-bumn-pelabuhan-puluhan-tahun-jadi-wacana-kini-mulai-terealisasikan, Diakses pada 19 Agustus 2021 pukul 21.00 WIB.

  • Bisnis, 2021. "Ini Alasan Utama Pelindo I-IV Wajib Merger", https://ekonomi.bisnis.com/read/20210630/98/1412002/ini-alasan-utama-pelindo-i-iv-wajib-merger, Diakses pada 19 Agustus 2021 pukul 22.00 WIB.

  • Sumber-sumber minor pendukung lain.

Photo

  • Paxels Free Photos, 2021. "Port", https://www.pexels.com/search/port, diakses pada 19 Agustus 2021 pukul 22.00 WIB.
  • Sumber-sumber free lainnya.

Video

  • Youtube Kementerian BUMN RI, 2021. "MC eps 13 : Masa Depan Pelabuhan Indonesia", https://www.youtube.com/watch?v=kAoYcCsmKAo&t=762s, diakses pada 19 Agustus 2021 pukul 22.00 WIB.